Tampilkan postingan dengan label Humors. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humors. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2012

10 Kisah Lucu Penuh Motivasi

1. Setelah makan malam, seorang ibu dan putrinya bersama-sama mencuci mangkuk dan piring, sedangkan ayah dan putranya menonton TV di ruang tamu.

Mendadak, dari arah dapur terdengar suara piring yang pecah, kemudian sunyi senyap. Si putra memandang ke arah ayahnya dan berkata, “Pasti ibu yang memecahkan piring itu.” “Bagaimana kamu tahu?” kata si Ayah. “Karena tak terdengar suara dia memarahi orang lain,” sahut anaknya.


Kita semua sudah terbiasa menggunakan standar yang berbeda melihat orang lain dan memandang diri sendiri, sehingga acapkali kita menuntut orang lain dengan serius, tetapi memperlakukan diri sendiri dengan penuh toleran.



2. Ada dua grup pariwisata yang pergi bertamasya ke pulau Yi Do di Jepang. Kondisi jalannya sangat buruk, sepanjang jalan terdapat banyak lubang. Salah satu pemandu berulang-ulang mengatakan keadaan jalannya rusak parah dan tak terawat.

Sedangkan pemandu yang satunya lagi berbicara kepada para turisnya dengan nada puitis, “Yang kita lalui sekarang ini adalah jalan protokol ternama di Yi Do yang bernama jalan berdekik yang mempesona.”

Walaupun keadaannya sama, namun pikiran yang berbeda akan menimbulkan sikap yang berbeda pula. Pikiran adalah suatu hal yang sangat menakjubkan, bagaimana berpikir, keputusan berada di tangan Anda.



3. Murid kelas 3 SD yang sama, mereka memiliki cita-cita yang sama pula yaitu menjadi badut. Guru dari Tiongkok pasti mencela, “Tidak mempunyai cita-cita yang luhur, anak yang tidak bisa dibina!”

Sedangkan guru dari Barat akan bilang, “Semoga Anda membawakan kecerian bagi seluruh dunia!”

Terkadang orang yang lebih tua, bukan hanya lebih banyak menuntut daripada memberi semangat, malahan sering membatasi definisi keberhasilan dengan arti yang sempit.



4. Istri sedang memasak di dapur. Suami yang berada di sampingnya mengoceh tak berkesudahan, “Pelan sedikit, hati-hati! Apinya terlalu besar. Ikannya cepat dibalik, minyaknya terlalu banyak!”

Istrinya secara spontan menjawab, “Saya mengerti bagaimana cara memasak sayur.” Suaminya dengan tenang menjawab, “Saya hanya ingin dirimu mengerti bagaimana perasaan saya … saat saya sedang mengemudikan mobil, engkau yang berada disamping mengoceh tak ada hentinya.”

Belajar memberi kelonggaran kepada orang lain itu tidak sulit, asalkan Anda mau dengan serius berdiri di sudut dan pandangan orang lain melihat suatu masalah.



5. Sebuah bus yang penuh dengan muatan penumpang sedang melaju dengan cepat menelusuri jalanan yang menurun, ada seseorang yang mengejar bus ini dari belakang.

Seorang penumpang mengeluarkan kepala keluar jendala bus dan berkata dengan orang yang mengejar bus, “Hai kawan! Sudahlah Anda tak mungkin bisa mengejar!”

Orang tersebut menjawab, “Saya harus mengejarnya . . .” Dengan nafas tersenggal-senggal dia berkata, “Saya adalah pengemudi dari bus ini!”

Ada sebagian orang harus berusaha keras dengan sangat serius, jika tidak demikian, maka akibatnya akan sangat tragis!

Dan juga dikarenakan harus menghadapi dengan sekuat tenaga, maka kemampuan yang masih terpendam dan sifat-sifat khusus yang tidak diketahui oleh orang lain selama ini akan sepenuhnya muncul keluar.



6. Si A : “Tetangga yang yang baru pindah itu sungguh jahat, kemarin tengah malam dia datang ke rumah saya dan terus menerus menekan bel di rumah saya.”
Si B : “Memang sungguh jahat! Adakah Anda segera melapor polisi?”
Si A : “Tidak. Saya menganggap mereka orang gila, yang terus menerus meniup terompet kecil saya.”

Semua kejadian pasti ada sebabnya, jika sebelumnya kita bisa melihat kekurangan kita sendiri, maka jawabannya pasti berbeda.



7. Zhang San sedang mengemudikan mobil berjalan di jalan pegunungan, ketika dengan santai menikmati pemandangan yang indah, mendadak dari arah depan datang sebuah truk barang.

Si sopir truk membuka jendela dan berteriak dengan keras, “Babi!” Mendengar suara ini Zhang San menjadi emosi, dia juga membuka jendela memaki, “Kamu sendiri yang babi!”

Baru saja selesai memaki, dia telah bertabrakan dengan gerombolan babi yang sedang menyeberangi jalan.

Jangan salah tafsir maksud kebaikan dari orang lain, hal tersebut akan menyebabkan kerugian Anda, juga membuat orang lain terhina.



8. Seorang bocah kecil bertanya kepada ayahnya, “Apakah menjadi seorang ayah akan selalu mengetahui lebih banyak dari pada anaknya?”
Ayahnya menjawab, “Sudah tentu!”
“Siapa yang menemukan listrik?”
“Edison.”
“Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang menemukan listrik?”

Pakar acapkali adalah kerangka kosong yang tidak teruji, lebih-lebih pada zaman pluralis terbuka sekarang ini.



9. Ketika mandi Toto kurang hati-hati telah menelan sebongkah kecil sabun, ibunya dengan gugup menelepon dokter rumah tangga minta pertolongan.

Dokter berkata, “Sekarang ini saya masih ada beberapa pasien, mungkin setengah jam kemudian saya baru bisa datang ke sana.”

Ibu Toto bertanya, “Sebelum Anda datang, apa yang harus saya lakukan? Dokter itu menjawab, “Berikan Toto secangkir air putih untuk diminum, kemudian melompat-lompat sekuat tenaga, maka Anda bisa menyuruh Toto meniupkan gelembung busa dari mulut untuk menghabiskan waktu.”

Jika peristiwa sudah terjadi, mengapa tidak dihadapi dengan tenang dan yakin. Daripada khawatir lebih baik berlega, dari pada gelisah lebih baik tenang.



10. Sebuah gembok yang sangat kokoh tergantung di atas pintu, sebatang tongkat besi walaupun telah menghabiskan tenaga besar, masih juga tidak bisa membukanya.

Kuncinya datang, badan kunci yang kurus itu memasuki lubang kunci, hanya diputar dengan ringan, ‘plak’ gembok besar itu sudah terbuka.

Hati dari setiap insan, persis seperti pintu besar yang telah terkunci, walaupun Anda menggunakan batang besi yang besar pun tak akan bisa membukanya. Hanya dengan mencurahkan perhatian, Anda baru bisa merubah diri menjadi sebuah anak kunci yang halus, masuk ke dalam sanubari orang lain.

Sumber : http://www.jelajahunik.us/2011/12/10-kisah-lucu-penuh-motivasi.html#ixzz1iNnaSVO1

Minggu, 29 Mei 2011

Istriku, Roti Tawar Nikmatku

Cerita ini menceritakan tentang seorang suami yang jahat sekali dengan istri tuanya. Maklum, karena sudah punya yang muda mungkin. Silahkan disimak, dan jangan berkedip, serta tahanlah nafas. Haha..

15 tahun menikah dengan seorang wanita dan menghasilkan satu anak, rupanya belum cukup untuk seorang suami yang merasa ganteng dan perkasa satu ini. Hasratnya sebagai pria sejati berkata bahwa dirinya harus mencari "pelabuhan" baru, dia ingin menikah lagi, dan benar saja dia kembali menikah dengan seorang wanita cantik yang masih perawan dan jauh lebih muda dari dia dan istri tuanya belum lama ini.

Si istri tua awalnya menolak cintanya dimadu, tapi mau bagaimana lagi, demi suami yang dia sayang, dia rela. Walaupun sebenarnya hatinya sakit. Namun lama kelamaan sikap sang suami sudah melewati batas, selama 7 hari dalam seminggu, ia hanya pulang untuk 1-2 hari saja. Sisanya ya ia habiskan bersama istri muda. Sungguh keterlaluan.

Istri tua rupanya iri, dan sudah tak tahan lagi. Dia kirimkan mata-mata untuk menyelidiki apa sebenarnya yang membuat suaminya jauh lebih betah bersama istri mudanya, sampai-sampai istri tuanya hampir dicampakkan. Apa karena istri mudanya jauh lebih muda darinya?! Atau karena apa?! Padahal sebenarnya dirinya jauh lebih montok dan seksi, yah walaupun umurnya sudah tidak muda lagi.

Seminggu lebih menunggu, mata-mata datang dengan laporannya.. Ternyata eh ternyata, yang membuat betah suaminya adalah saat mereka berdua melakukan hubungan seks di atas ranjang, istri mudanya menjadikan dirinya sebagai roti tawar yang bersedia disantap oleh si suami, dan suaminya mengolesi roti tawar tersebut dengan selai dan meses. Sehingga suaminya benar-benar menikmati itu semua.

Mendengar kabar tersebut, si istri tua dengan semagat langsung pergi ke mini market terdekat membeli berbagai macam selai dan meses. Kebetulan besok adalah hari jatah suaminya pulang. Diapun tertawa puas dalam hati. Akhirnya sang suami bakal balik ke dekapannya lagi.

Esoknya, sang suami pulang dengan lesu, entah karena apa. Ini kesempatan bagus untuknya, pikir si istri tua. Saat malam hari saat akan tidur, si istri tua menata kamarnya sedemikian rapinya, dan tak ketinggalan selai serta meses yang dia beli tadi. Saat yang dinantikan pun tiba, suami masuk ke kamar.

Istri tua: "Papahku sayang, kemarilah, nikmati tubuhku ini."
Suami: "Ah, aku ingin roti tawar yang nikmat malam ini. Dan kau tak mungkin dapat memberikannya padaku."
Istri tua: "Oh, jangan salah. Mamah sudah beli ini semua untuk malam ini. Pilihlah selai dan meses yang papah sukai. Oleskan pada roti tawarmu lalu nikmatilah roti tawarmu yang nikmat ini."
Suami: (tersenyum) "Terimakasih mah, tapi sayangnya papah tak membutuhkan ini semua malam ini."
Istri tua: (bingung) "Kenapa pah?! Apa ada yang kurang?!"
Suami: "Well, tahukah mamah malam ini papah ingin roti tawar papah ini diapakan?!"
Istri tua: "Mamah tak tahu, selai dam meses apa yang papah inginkan?! Katakan pah!"
Suami: "Karena malam ini papah ingin roti tawar papah ini... Dibakar saja.. Sepertinya nikmat."
Istri tua: Gubrak! (jatuh, terkena serangan jantung)

by: higsweart benetz

Comment Here

Minggu, 01 Mei 2011

Kisah Perawan Yang Kondomnya Ketinggalan di Warnet

Ada seorang gadis (baca: perawan) yang saat itu sedang bersama pacarnya bergandengan tangan ingin ke warnet. Kebetulan sore itu hujan deras dan mereka kehujanan sampai basah kuyup. Saat di depan pintu warnet, mereka berbisik dan entah apa yang mereka bisikkan. Kemudian mereka masuk dan bertanya pada operator yang kebetulan seorang bapak paruh baya.
Perawan: Pak, ada bilik kosong?!
Bapak: Oh ada, itu tinggal satu nomer 13 di pojok.
Seketika si Perawan mengerlingkan matanya pada si Perjaka (si cowo). Dan si Perjaka mengangguk saja.
Mereka masuk ke dalam bilik nomor 13 yang ada di pojok. Beberapa lama kemudian terdengar gelagak tawa dari kedua orang tersebut yang menggangu para client.
Saat hujan reda, beberapa client pulang dan warnet menjadi sepi hanya tersisa kedua orang tersebut dan bapak operator.
1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, mereka tak kunjung keluar dari bilik. Waktu telah meunjukkan pukul 9 malam.
Tiba-tiba terdengar suara aneh seperti suara perempuan mendesah keenakan. Si bapak yang saat itu ngantuk akhirnya langsung "melek" lagi. Bapak itu curiga kedua orang di bilik 13 sedang melakukan hubungan intim. Tapi sayangnya bapak itu tak berani menangkap basah mereka. Bapak itu hanya mendengarkan saja suara aneh itu.

Memasuki jam kelima akhirnya mereka keluar dengan bersimbah keringat. Si bapak terpaku tak berani mengucapkan satu patah katapun, ia hanya berkata dalam hati semoga anaknya yang juga masih gadis tidak mengikuti pergaulan bebas kedua orang di depannya ini.
Perawan: Habis berapa pak?!
Bapak: Eh, eeee habis 15ribu.
Perawan: Sayang.. bayar tuh..
Perjaka: Iya..
Si Perjaka mengulurkan uang 10ribuan dan 5ribuan padi si bapak.
Bapak: Oh iya, makasih mas.
Perjaka: Sama-sama. Yuk pulang say..
Perawan: Yuk..

Tak berapa lama, mereka kembali lagi. Si Bapak bertanya pada si Perawan.
Bapak: Kenapa lagi mbak?! Ada yang ketinggalan?!
Perawan: Duh, kok bapak bisa tahu?! Jangan-jangan barang saya yang ketinggalan sudah diambil ya pak?!
Bapak: Oh belum lah.. Bapak aja gak tau kalau barang mbak ketinggalan. Ya udah diambil aja.

Lalu si Perawan masuk dan mengambil barangnya. Dan kembali pada si Bapak.
Bapak: Apa yang ketinggalan mbak?!
Perawan: Anu pak, anu.. Kondom saya ketinggalan.hehe
Bapak: Apa?! Kondom?! Astaghfirullah..
Perawan: Iya pak. Tadi mau dipake di bilik tapi gak jadi ah. Kondomnya juga masih baru beli tadi.
Bapak: (Diam terpaku)
Perawan: Nih pak kalau mau liat kondomnya..
Bapak: Hahaha.. Dasar bocah! Sialan!
Perawan: Kenapa sih bapak ini?!

Tiba-tiba hp si Perawan berbunyi, dan ternyata suara mendesah keenakan tadi merupakan suara ringtone hp tersebut. Dan si Bapak tertawa lagi, dia merasa tertipu. Lalu setelah selesai memerima panggilan, si Perawan si Perjaka pamit pulang.
Si Bapak masih tak habis pikir dirinya bakal tertipu seperti itu.

Nah sekarang yang jadi maslah, kenapa pas liat kondomnya si Perawan, si Bapak jadi ketawa?!
Nih liat sendiri aja gambarnya..

KONDOM





by: higsweart benetz

Comment Here