Tampilkan postingan dengan label Sports. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sports. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Oktober 2011

Kiper Manchester Uniter Ketangkap Mencuri Donat

Apa yang dilakukan David De Gea bisa dibilang kebangetan. Bagaimana tidak, kiper yang mendapat bayaran puluhan ribu poundsterling per minggunya itu masih 'menyempatkan' diri mencuri donat di sebuah gerai waralaba.

David De Gea
David De Gea
Kejadian memalukan bagi De Gea itu terjadi di Altrincham, Greater Manchester, di sebuah gerai Krispy Kreme. Dia terlihat mengambil produk donat dengan nama Original Glazed dari kabinet. Bukannya pergi ke kasir untuk membayar donat yang diambilnya itu, De Gea malah langsung ngeloyor pergi, demikian seperti diwartakan The Sun.

Namun karena aksinya itu tertangkap kamera CCTV, petugas keamanan Krispy Kreme pun menghentikan De Gea di pintu masuk. De Gea akhirnya digelandang ke ruangan khusus untuk ditanyai.

De Gea mungkin berdalih tak bisa berbahasa Inggris saat diinterogasi, namun salah satu petugas keamanan bisa berbahasa Spanyol, dan yang akhirnya membuat De Gea tak bisa berkutik.

Tak ada sanksi atau hukuman diberikan kepada De Gea atas tindakannya. Namun ketahuan sudah mengutil dinilai sebagai hukuman yang cukup memalukan bagi De Gea.

Ironisnya, harga donat yang diambil tak sampai Rp20,000 per bijinya. Padahal De Gea per pekan mendapat bayaran mendekati Rp960 juta.

Minggu, 05 Juni 2011

Foto Stadion - Stadion Piala Dunia 2018 Qatar


Beberapa foto eksklusif stadion yang akan digunakan pada Piala Dunia 2018 di Qatar.



Stadium Sukan Doha - kapasitas: 44,950 orang


Stadium Al-Warqah - kapasitas : 45,120 orang


Stadium Al-Khor - kapasitas : 43,330 orang

Stadium Universiti Qatar - kapasitas : 43,520 orang

Stadium Al-Gharrafa - kapasitas : 25,000 orang

Stadium Umm Slal - kapasitas : 45,120 orang

Stadium Ar-Rayan - kapasitas: 44,740 orang


Stadium Al-Shamal - kapasitas : 45,120 orang

Stadium Lusail Iconic - kapasitas : 86,250 orang

Stadium Khalifa - kapasitas : 68,030 orang

Stadium Pengajian Pendidikan - kapasitas : 43,350 orang 


Jumat, 07 Januari 2011

Irfan Bachdim dkk Dicoret PSSI karena kasus LPI vs ISL?!

Akhir-akhir ini negeri kita tercinta, Indonesia dilanda demam sepakbola.
Mulai dari bayi yang baru menikmati indahnya dunia setelah 9 bulan di dalam rahim ibunya sampai kakek-nenek yang bersiap masuk liang lahat setelah bertahun-tahun lamanya berjuang hidup di dunia (lebay banget ya?! Haha..) ikut merayakan kebangkitan timnas sepakbola kita.

Betapa tidak, timnas kita yang telah sekian lama tertidur mulai bangun dari tidur panjangnya.
Dimulai dari terealisasinya ide naturaslisasi (yang sebenarnya telah dicetuskan sejak lama), direkrutnya Alferd Riedl sang raja midas yang dapat merubah prestasi timnas sepakbola suatu negara membaik dalam sekejap seperti Guus Hiddink, sampai respon positif masyarakat dengan hasil yang diperoleh dalam AFF Suzuki Cup 2010 kemarin.

Timnas kita memang kalah dari Malaysia di final, namun timnas kita menang dalam merebut hati masyarakat. Permainan yang indah dengan produktifitas gol yang termasuk tinggi, semangat juang hingga titik darah penghabisan, sampai sikap fair play.
Sepatutnya kita bangga akan hasil ini, namun bagaimana jika euforia ini diganggu dengan buruknya kinerja PSSI?!

Cerita dimulai saat dicetuskannya Liga Premier Indonesia (LPI) yang konon digembar-gemborkan jauh lebih baik dari Indonesia Super League (ISL) yang merupakan liga di bawah pengawasan PSSI.

LPI yang lebih mengutamakan kemandirian klub pesertanya dianggap sebagai liga illegal. Dikarenakan LPI tidak bersinergi dengan PSSI sebagai induk sepakbola nasional dan ISL sebagai liga tertinggi di Indonesia.

LPI juga dianggap sebagai liga tandingan ISL. Juga dianggap sebagai perusak, karena "menculik" beberapa klub peserta ISL.
Salah satunya Persema Malang. Klub yang diperkuat sang idola baru, Irfan Bachdim dan pemain naturalisasi timnas pertama, Kim Jeffrey Kurniawan.

Lalu apa hubungannya dengan kedua pemain tersebut?! Usut punya usut, PSSI memberi sanksi klub peserta ISL yang membelot ke LPI.
Sanksi berupa para pemain klub yang membelot dilarang membela timnas. Sanksi yang saya dan juga banyak orang nilai sangat tidak bijaksana.

Lantas bagaimana jadinya timnas tanpa Irfan Bachdim?! Lalu apa yang dapat timnas U-23 lakukan pada Sea Games besok?!
Bukankah dengan adanya LPI ini, ISL dan LPI akan bersaing menjadi yang terbaik?! Dan kesempatan para pemain muda untuk unjuk gigi akan lebih terbuka?!
Brazil, negara sepakbola saja pernah punya dua liga sepakbola. Dan hasilnya 5 kali juara dunia!
Dan apakah Indonesia tak boleh atau tak bisa meniru Brazil?!

Benar saja jika para pengurus PSSI bersikeras menolak LPI dan menganggapnya illegal, karena dapat dipastikan perputaran uang korupsi akan berkurang. Itu hal yang ditakutkan mereka. Mulai dari administrasi sampai hak siar televisi.
Jadi patut dimaklumi jika ada beberapa klub yang membelot dari ISL ke LPI.
Jika ada yang lebih baik, mengapa tidak diambil?! Iya kan?!

Alferd Riedl menyatakan dirinya lebih baik dipecat daripada haknya sebagai pelatih yang berkuasa dalam memilih dan menyeleksi pemain diganggu oleh PSSI.

Semoga PSSI bisa bersikap arif dan bijaksana.
Ada dua liga bukan berarti saling menghancurkan, tapi dengan itu akan membuat ISL dan LPI terpacu untuk membuktikan diri siapa yang terbaik.
ISL dengan "You Better Believe" atau LPI dengan "Change the Game".

Liga Premier Indonesia (LPI)


Indonesia Super League (ISL)


by: higsweart benetz

Selasa, 04 Januari 2011

Okto 10 Potensial Asia, Bersama Irfan ke Eropa?!

Bingung dengan judul di atas, jangan bingung.. Karena judul diatas bakal kita bongkar kok..
Jadi baca aja ya..hehe

Dua pemain Timnas Indonesia yang bersinar di AFF Suzuki Cup 2011 kemarin, Octavianus "Okto" Maniani dan Irfan Bahcdim menjadi bahan perbincangan sepak bola bahkan sampai jauh ke Eropa.

Jika Irfan yang memang beberapa tahun lalu bermain di FC Utrecht (Belanda) sudah tidak asing dengan Eropa, berbeda dengan Okto.
Karena baru-baru ini, salah satu kolomnis ESPN dalam situs ESPNsoccernet yang bernama John Duerden memasukkan Okto dalam 10 besar pemain potensial Asia.
Berikut nama-nama pemainnya yang terdapat dalam tajuk berjudul "Eastern Promise" tersebut:

1. Deng Zhuoxiang (Shandong, China)

2. Ismail Matar (Al Wahda, Uni Emirat Arab)

3. Koo Ja Cheol (Jeju United, Korea Selatan)

4. Kawin Thamsatchanan (Muang Thong United, Thailand)

5. Yasser Al Qahtani (Al Hilal, Arab Saudi)

6. Octavianus Maniani (Sriwijaya FC, Indonesia)

7. Karim Ansarifard (Saipa, Iran)

8. Jungo Fujimoto (Shimizu S-Pulse, Jepang)

9. Alexander Geynrikh (Pahtakhor, Uzbekistan)

10. Firaz Al-Khatib (Al Qadsia, Syria)

Bahkan Duerden menjuluki Okto sebagai "Ryan Giggs dari Indonesia."
"Caranya menyusur sisi kiri lapangan sangat enak ditonton namun Okto harus tampil konsisten seperti Giggs," kurang lebih seperti itu ucapan Duerden.

Dan Deputi Bidang Teknis Badan Tim Nasional, Iman Arif akan mempromosikan Okto-Irfan ke Eropa.
Iman Arif yang juga memiliki saham 20% pada salah satu klub Inggris, Leicester City tersebut memang berniat memajukan persepakbolaan nasional.

Walaupun bukan dalam waktu dekat niat itu terwujud, Iman hanya berujar agar mereka konsisten mempertahankan peak performance saat ini.
Karena untuk waktu dekat mereka akan digodok dalam training camp tertutup menjelang Sea Games 2011 besok.

Ayo, buktikan Okto dan Irfan! Kalian kebanggan Indonesia!


by: higsweart benetz

Minggu, 26 Desember 2010

Malaysia Akan Lecehkan Indonesia Raya dan Bakar Merah Putih?!

Pas waktu kemarin nih, saat saya berseluncur ke dunia maya, ada kabar dari negara seberang..
Benarkah national anthem Indonesia, "Indonesia Raya" akan dilecehkan dan sang Merah Putih akan dibakar pada final piala AFF di stadion Bukit Jalil?!

Entah hanya gertak sambal atau memang akan dilakukan, yang jelas ini menyulut emosi para rakyat Indonesia.
Semua ini dimulai dari sebuah posting di situs forum milik Malaysia, http://www.topix.com/forum/world/malaysia/
tertulis, "usah marah jika lagu kebangsaan indon dihina pada final di Bukit Jalil ahad ini ya indog..,Memang ini sudah disepakati oleh suporter malaysia. mereka akan mengejek disaat lagu kebangsaan indon dinyanyikan.
kehkehkehkehkehkeh," tulis Mr F di forum tersebut.

Bahkan ada postingan di bawahnya yang berbunyi, "ada khabar angin bendera indon akan turut dibakar pada malam tersebut secara langsung disaksikan oleh jutaan peminat bolasepak Malaysia dan Indonegsial.

Namun user dari Indonesia bernama Jedi, membalas "@Mr F: silakan saja kaum malon(sith) toh.. kami rakyat INDONESIA juga akan melakukan hal yang sama ke kalian tanggal 29.. hehe.. bahkan jauh lebih mengerikan..^^

Mr F berkomentar lagi, "usah mrengek rengek lagu indonsial raya kalian diperlekehkan oleh supporter malaysia ahad ini..Usah menangis ya indog!kehkehkehkeh tunggu.."

tapi ada orang berinisial TKI berujar, "mana berani kalian (kaum malon) bakar bendera. kita taulah kualitas kaum malon.. malon.. malon.. jangan mimpi disiang bolong...!!!

Mr F balas lagi, "kami udah rasakan bagaimana lagu kebangsaan kami dihina pada pembukaan tempoh hari..kali ini indon akan merasakan bagaimana rasanya lagu indonsial raya kalian dihina secara langsung dan disaksikan oleh jutaan rakyat kalian. tunggu ya.kehkehkehkehkehkeh.. tunggu tanggal 26 ini ramai indon yang jadi gila.."

kemudian ada user yang memakai nama MALON LASER IS LOSER menulis, "ok deh Mr F, siap siap aja tanggal 29/12/2010 para suporter BONEK, JAKMANIA, BOBOTOH, AREMANIA,dan BARUDAK VIKING menyatakan suporter malon akan dipukuli...."

Wah, gimana nih?! Sebagai rakyat yang patriotisme, kita pantas berontak. Tapi tak perlu terlalu memikirkan ini semua. Lagipula jika memang suporter Malaysia berani melakukan hal ini, sanksi tegas akan dijatukan FIFA. Itu pasti.
Tapi sebagai makhluk yang cinta damai, sebenarnya debat seperti itu tidak penting. Yang terpenting adalah pembuktian, Harimau Malaya atau Garuda Khatulistiwa yang akan jadi juara.

TERBANGLAH GARUDAKU! BANGKITLAH INDONESIAKU!


by: higsweart benetz

Selasa, 07 Desember 2010

Irfan Haarys Bachdim, 2 Jam Hafal "Indonesia Raya" Melalui Handphone

Irfan Haarys Bachdim, adalah idola baru timnas sepakbola Indonesia.
Bermain di klub Persema Malang, Irfan yang belum genap satu tahun merumput di Indonesia ternyata sudah hafal lagu kebangsaan, Indonesia Raya.

Irfan saat masih bermain di Utrecht FC


Hal ini benar-benar menunjukkan kecintaannya pada Indonesia. Striker naturalisasi yang lain, Cristian Gonzales yang notabene sudah tujuh tahun bermain di Indonesia saja belum hafal, tapi Irfan berbeda.

Twitter Irfan Bachdim


"Berapa lama saya
menghafal Indonesia
Raya?! Dua hingga tiga
jam. Saya menghafalnya
di kamar saya. Kebetulan
di handphone saya ada
lagu Indonesia Raya,"
ungkap pemain yang awalnya ditolak masuk klub Persib Bandung dan Persija Jakarta tersebut.

Irfan bersama kekasih, Jennifer Kurniawan

Dan hal inilah yang membuat masyarakat Indonesia semakin cinta padanya. Di tengah sulitnya mencari talenta sepakbola, ternyata ada pemain keturunan yang rela melepaskan kewarganegaraan sebelumnya (Belanda) menjadi Indonesia. Ditambah lagi, patriotisme dan semangat juang yang tinggi.


Irfan Bachdim dalam game Football Manager


by: higsweart benetz